Kamis, 01 Februari 2018

USBN Tingkat SD TH 2017/ 2018

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai 2018 bagi peserta didik kelas 6. Hanya tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN di tingkat SD ini: Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Dengan berganti format ujian menjadi USBN, pola pembuatan naskah ujian juga mengalami perubahan. Pada format US/M tahun 2017 lalu, sebanyak 25 persen soal disiapkan oleh pusat dan 75 persen soal dibuat oleh guru serta dikoordinasikan oleh dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah kementerian agama. 

Sementara pada USBN tahun ini, sebesar 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh pusat sedangkan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). 

"Kita ingin guru semakin memahami tentang standar isi, standar evaluasi, terutama kompetensi lulusan yang diharapkan. Bukan sekadar apa yang diajarkan guru, tapi apa yang harus dimiliki oleh siswa saat dinyatakan lulus," kata Mendikbud Muhadjir Effendy. 

Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan soal untuk USBN SD juga akan menyertakan esai sebanyak 10 persen dari total soal. Hal ini berbeda dengan US/M yang berlaku pada tahun sebelumnya, di mana semua soal berbentuk pilihan ganda. 

Selain USBN, ada pula ujian sekolah yang juga akan diikuti siswa pada jenjang SD. Totok menerangkan, ada lima mata pelajaran yang diujikan dalam ujian sekolah ini: Pendidikan Agama, PPKN, IPS, Seni Budaya, serta Penjaskes dan Olahraga. 

“Untuk ujian sekolah, 100 persen soal disiapkan sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional yang disiapkan oleh pusat,” jelas Totok di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1/2018). 

Dengan begitu, soal-soal lima mata pelajaran pada ujian sekolah akan dibuat oleh guru masing-masing sekolah. Namun, Kemendikbud juga akan mendorong guru-guru untuk membuat soal ujian sekolah dengan kombinasi antara pilihan ganda dan esai. 
“Esai sangat bagus untuk kompetensi generasi abad 21,” ujar Totok seperti dilansir laman Kemendikbud. 


Secara teknis, menurutnya, SD atau Madrasah Ibtidaiyah yang sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer dapat mengerjakan soal-soal berbentuk pilihan ganda menggunakan komputer, baik untuk USBN maupun Ujian Sekolah. Sementara untuk soal esai, akan dikerjakan siswa pada kertas esai (secara manual).